Ok, saya akan sedikit
membagikan pengalaman saya tentang Darussalam tercinta. Sebelumnya saya
berterimakasih kepada tuhan YME dan orang tua saya yang telah memberikan
kesempatan kepada saya untuk menuntut ilmu di kampus biru tercinta ini.
Saya kenal dan tahu
Darussalam dengan tidak sengaja, sejak saya berumur 5 tahun
dari hari kelahiran saya, saya sering diajak oleh orang tua saya khususnya bapak saya untuk berkunjuk dan sekedar menjenguk kakak saya, waktu itu saya belum tahu sekolah kakak saya benama Darussalam. Setelah kesekian kalinya
saya berkunjung ke sekolah kakak saya tersebut, saya penasaran dan mulai bertanya-tanya, saking penasaranya saya bertanya kepada bapak saya, ternyata lembaga kakak saya menuntut ilmu itu bernama Darussalam, dan itu adalah sebuah pesantren. Mendengar nama Darussalam saya langsung tertarik untuk menuntut ilmu di pondok tersebut.
dari hari kelahiran saya, saya sering diajak oleh orang tua saya khususnya bapak saya untuk berkunjuk dan sekedar menjenguk kakak saya, waktu itu saya belum tahu sekolah kakak saya benama Darussalam. Setelah kesekian kalinya
saya berkunjung ke sekolah kakak saya tersebut, saya penasaran dan mulai bertanya-tanya, saking penasaranya saya bertanya kepada bapak saya, ternyata lembaga kakak saya menuntut ilmu itu bernama Darussalam, dan itu adalah sebuah pesantren. Mendengar nama Darussalam saya langsung tertarik untuk menuntut ilmu di pondok tersebut.
Menginjak eSDe kelas
enam, saya sudah membulatkan tekad saya untuk melanjutkan ke jenjang
selanjutnya yaitu ke Darussalam ciamis, tempat kakak saya menuntut ilmu dulu.
Setelah survey hamper ke seluruuh kampus, saya didaftarkan oleh ayah saya untuk
mengikuti test KPB di mts Darussalam.
Waktu seleksi pun
dimulai, dengan persiapan yang belum cukup matang saya cukup percaya diri,
seleksi berakhir dan saya pun pulang ke rumah, beberapa hari setelah hari
seleksi, kalau tidak salah pada 1 juli 2010, pengumuman hasil seleksi diumumkan
melalui telepon, dan alahamdulillah saya diterima di kelas KPB itu dengan nilai
yang cukup memuaskan. Saya sangat senang karena kelas KPB itu kelas yang
favorit d MTs Darussalam.
Saya masuk pondok
modern Darussalam pada 7 jul 2010, 3 hari menjalani kegiatan tanpa teman, orang
tua atau orang yang dekat lainya di kampung. Hari demi har saya jalani di
pondok ini saya mulai mengenal teman teman baru saya, dan mulai betah dengan
suasana pesantren ini.
Pada 2011, tepatnya
sejak saya menginjak kelas delapan mts, saya dipercaya menjadi kandidat calon
ketua OSIS di sekolah tersebut, namun saya belum di beri kepercayaan lebih oleh
Allah untuk memimpin siswa sekolah tersebut, allah menakdirkan saya untuk
menjadi wakil ketua OSIS.
3 tahun lamanya saya
menuntut ilmu di kampus biru tercinta ini, tibalah saatnya hari perpisahan atau
sering disebut dengan sebutan SATAP. Tetapi acara perpsahan kali ini saya tidak
didampingi oleh keluarga saya. Di hari itu kami dirundung kesedihan, bagaimana
tidak sahabat-sahabat yang sering belajar bersama melakukan semua kegiatan
bersama, kini akan berpisah. 1 minggu setelah satap berlangsung, saya masih tidak
bisa melupakan teman2 saya.
Setelah 1 bulan
lamanya saya berpsah dengan teman-teman seperjuangan saya, saya kini mulai
menentukan tujuan saya berikutnya, yaitu melanjutkan ke janjang selanjutnya,
karena merasa saya belum mendapat banyak
ilmu dari Darussalam, saya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya
yaitu di Darussalam lagi, yaitu di MAN Darussalam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar