Kamis, 02 Oktober 2014

Pengalaman di Darussalam

             Ok, saya akan sedikit membagikan pengalaman saya tentang Darussalam tercinta. Sebelumnya saya berterimakasih kepada tuhan YME dan orang tua saya yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk menuntut ilmu di kampus biru tercinta ini.
             Saya kenal dan tahu Darussalam dengan tidak sengaja, sejak saya berumur 5 tahun
dari hari kelahiran saya, saya sering diajak oleh orang tua saya khususnya bapak saya untuk berkunjuk dan sekedar menjenguk kakak saya, waktu itu saya belum tahu sekolah kakak saya benama Darussalam. Setelah kesekian kalinya
saya berkunjung ke sekolah kakak saya tersebut, saya penasaran dan mulai bertanya-tanya, saking penasaranya saya bertanya kepada bapak saya, ternyata lembaga kakak saya menuntut ilmu itu bernama Darussalam, dan itu adalah sebuah pesantren. Mendengar nama Darussalam saya langsung tertarik untuk menuntut ilmu di pondok tersebut.
             Menginjak eSDe kelas enam, saya sudah membulatkan tekad saya untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu ke Darussalam ciamis, tempat kakak saya menuntut ilmu dulu. Setelah survey hamper ke seluruuh kampus, saya didaftarkan oleh ayah saya untuk mengikuti test KPB di mts Darussalam.
             Waktu seleksi pun dimulai, dengan persiapan yang belum cukup matang saya cukup percaya diri, seleksi berakhir dan saya pun pulang ke rumah, beberapa hari setelah hari seleksi, kalau tidak salah pada 1 juli 2010, pengumuman hasil seleksi diumumkan melalui telepon, dan alahamdulillah saya diterima di kelas KPB itu dengan nilai yang cukup memuaskan. Saya sangat senang karena kelas KPB itu kelas yang favorit d MTs Darussalam.
             Saya masuk pondok modern Darussalam pada 7 jul 2010, 3 hari menjalani kegiatan tanpa teman, orang tua atau orang yang dekat lainya di kampung. Hari demi har saya jalani di pondok ini saya mulai mengenal teman teman baru saya, dan mulai betah dengan suasana pesantren ini.
             Pada 2011, tepatnya sejak saya menginjak kelas delapan mts, saya dipercaya menjadi kandidat calon ketua OSIS di sekolah tersebut, namun saya belum di beri kepercayaan lebih oleh Allah untuk memimpin siswa sekolah tersebut, allah menakdirkan saya untuk menjadi wakil ketua OSIS.
             3 tahun lamanya saya menuntut ilmu di kampus biru tercinta ini, tibalah saatnya hari perpisahan atau sering disebut dengan sebutan SATAP. Tetapi acara perpsahan kali ini saya tidak didampingi oleh keluarga saya. Di hari itu kami dirundung kesedihan, bagaimana tidak sahabat-sahabat yang sering belajar bersama melakukan semua kegiatan bersama, kini akan berpisah. 1 minggu setelah satap berlangsung, saya masih tidak bisa melupakan teman2 saya.
             Setelah 1 bulan lamanya saya berpsah dengan teman-teman seperjuangan saya, saya kini mulai menentukan tujuan saya berikutnya, yaitu melanjutkan ke janjang selanjutnya, karena merasa saya belum mendapat  banyak ilmu dari Darussalam, saya memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya yaitu di Darussalam lagi, yaitu di MAN Darussalam.

             Setelah mendaftar dan mengikuti test untuk masuk kelas program keagamaan, alhamdullilah saya diterima di kelas tersebut dengan nilai yang memuaskan. Dan saya mengikuti pembelajaran di kelas program keagamaan sampa saat ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar